Bisnis

Partai Buruh: 127 Ribu Orang ke Industri Tekstil Terkena PHK, Cabut Permendag tentang Kebijakan Impor

Jakarta Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan data pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap buruh mencapai beratus-ratus ribu orang. Menurut dia, data banyak ribu buruh kena PHK itu mengacu pada Penelitian lalu Pengembangunan atau Litbang Partai Buruh kemudian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesi (KSPI) per tiga bulan terakhir pada 2024.

“Lebih tepatnya 127.000 buruh telah ter-PHK di dalam sektor tekstil,” kata Said terhadap wartawan ke lokasi aksi, Patung Kuda, Gambir, Jalan Medan Merdeka Barat, Ibukota Indonesia Pusat, Rabu, 3 Juli 2024.

Menurut dia, sementara data Kementerian Ketenagakerjaan yang dimaksud dirilis per tiga bulan terakhir pada 2024 berbeda sangat jauh dengan data temuan Litbang Partai Buruh lalu KSPI. Berdasarkan data Kemenaker, buruh tekstil yang digunakan kena PHK cuma 27 ribu orang. Sebab itu, pada unjuk rasa kali ini, ia memaparkan pemerintah harus mencabut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024 tentang kebijakan lalu pengaturan impor.

Selain Peraturan Menteri Perdagangan, ia juga memohon pemerintah mencabut Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Peraturan ini memberikan izin untuk media kegiatan bisnis asing membentuk unit perniagaan jasa kurir serta logistik. Sehingga usaha jasa kurir juga logistik asing akan mengancam bisnis jasa kurir kemudian logistik domestik.

Dia mengatakan, Partai Buruh telah memprediksi ada sekitar 20 ribu buruh jasa kurir serta logistik yang digunakan akan terdampak PHK. “Mulai bertahap diprediksi lebih banyak dari 20.000 buruh di bidang kurir kemudian logistik akan ter-PHK kalau tak mencabut Peraturan Dirjen Perhubungan,” ujar dia.

Aksi hari ini, kata dia, untuk mengingatkan pemerintah dan juga Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk melindungi bidang di negeri. Khususnya bidang tekstil, kurir, lalu logistik, baja, kemudian sektor lainnya mengalami penurunan omset. Bahkan ada perusahaan yang mana bahkan gulung tikar alias tutup. “Akibatnya, bagi serikat buruh adalah PHK besar-besaran,” ucap dia.

Sehingga peningkatan sektor ekonomi yang digunakan sekarang dibanggakan, kata dia, itu disebut economic crowded paradox. Artinya dunia usaha tumbuh, tapi terbentuk PHK untuk buruh di dalam beberapa industri. Seharusnya, ia berujar, sektor ekonomi berkembang mengangkat lapangan kerja. “Berarti hanya saja sektor-sektor sektor tertentu belaka dan juga menikmati semua kebijakan pemerintah, seperti itu batu bara kelapa sawit lalu komoditas lainnya,” ucap dia.

Artikel ini disadur dari Partai Buruh: 127 Ribu Orang di Industri Tekstil Terkena PHK, Cabut Permendag tentang Kebijakan Impor

Related Articles

Back to top button