Erick: Pembangunan IKN untuk pertumbuhan ekonomi juga keadilan

Kenapa pemerintah mendirikan IKN? Tidak lain, ya tadi melindungi peningkatan sektor ekonomi lalu kesenjangan supaya ini (pembangunan) bisa saja lebih tinggi merata
Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pengerjaan Ibu Perkotaan Nusantara (IKN) pada Kalimantan Timur sebagai upaya strategis pemerintah untuk peningkatan dunia usaha yang inklusif juga kesetaraan perkembangan dalam seluruh Indonesia.
"Kenapa pemerintah memulai pembangunan IKN? Tidak lain, ya tadi menyimpan peningkatan kegiatan ekonomi serta kesenjangan supaya ini (pembangunan) mampu lebih banyak merata," kata Erick ketika hadir di rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (10/7) malam.
Menurut dia, IKN direncanakan sebagai pusat administratif baru yang mana akan mengatasi ketimpangan pembangunan antarwilayah serta menguatkan infrastruktur nasional sehingga sanggup berimbas pada peningkatan ekonomi.
Menurut Erick, IKN tidaklah belaka akan bermetamorfosis menjadi ikon modernisasi infrastruktur, tetapi juga akan memutus prinsip serta anggapan bahwa pengerjaan semata-mata pada Jawa sentris.
Dia menegaskan bahwa selain di IKN, pemerintah berjanji untuk melakukan pembangunan yang mana tidaklah cuma berfokus untuk Jawa namun bervariasi wilayah di Indonesia.
"Contoh jalan tol yang mana di dalam Sumatera masak mau berhenti dibangun, masa hanya sekali dalam Jawa saja. Ini adalah bukanlah oleh sebab itu saya khalayak Lampung, penduduk Sumatera. Tapi keseimbangan ekonomi, peningkatan dunia usaha di Indonesia harus berlanjut pada semua pulau," kata Erick.
Erick menambahkan bahwa pihaknya pada waktu ini sudah pernah mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Ro44,24 triliun pada 2025, sebagai langkah strategis di menyokong pembangunan.
Usulan PMN yang telah lama disetujui Komisi VI DPR itu diharapkan tiada semata-mata akan mempercepat proyek-proyek infrastruktur, tetapi juga untuk menjamin kelancaran transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden terpilih Prabowo Subianto tanpa kebingungan.
"Hari ini PMN atau penugasan yang dimaksud hampir mencakup 90 persen, PMN itu 90 persen itu penugasan. Nah, ini yang kita mau pastikan supaya ke depan pada transisi pemerintahan bukan ada kebingungan," kata Erick.
Artikel ini disadur dari Erick: Pembangunan IKN untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan


