Joe Aditya dipasangi target minimal pecahkan rekornas dalam Olimpiade

DKI Jakarta – Manajer timnas renang Negara Indonesia Albert Chridtiadi Susanto menyatakan perenang Joe Aditya Wijaya Kurniawan dipasangi target minimal memecahkan rekor nasional Indonesia pada Olimpiade Paris 2024.
"Joe memang sebenarnya telah disiapkan untuk Olimpiade. Nanti ke Olimpiade Paris target kami adalah memecahkan rekor nasional," kata Albert di Jakarta, Sabtu.
Rekornas renang 100 meter gaya kupu-kupu putra pada waktu ini dipegang Joe pada 52,75 detik yang dimaksud beliau ciptakan pada 5th Tanah Air Open Aquatic Championship atau IOAC 2023 pada Desember 2023.
Joe mencatatkan data waktu lebih lanjut cepat dari pemilik rekornas sebelumnya, Triady Fauzi Sidiq, pada 52,77 detik yang digunakan tercipta pada turnamen pada Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2016.
Pada Olimpiade Paris, Joe ditargetkan mencatatkan waktu tambahan cepat dari rekornya sendiri, 52,75 detik.
Albert mengatakan, Joe telah lama dipersiapkan untuk berkompetisi pada Olimpiade sejak Januari 2024 dengan menjalani pemusatan latihan di dalam Amerika Serikat.
"Pada training camp di dalam Amerika, (Joe) menunjukkan peningkatan waktu yang mana baik dan juga selanjutnya didukung dengan latihan lalu pertandingan menyebabkan beliau lebih besar siap menghadapi Olimpiade," kata Albert.
Ia mengatakan, melalui persiapan yang dimaksud lebih banyak awal, latihan yang dimaksud dijalani Joe juga lebih lanjut optimal dibandingkan dengan perenang putri Azzahra Permatahani yang dimaksud sebelumnya diproyeksikan untuk PON 2024, sebelum diberitahukan lolos Olimpiade Paris oleh World Aquatics.
Albert menyatakan berupaya mengoptimalkan waktu yang digunakan sangat terbatas untuk menyiapkan Azzahra bisa jadi mencatatkan waktu terbaik di Paris, apalagi renang akan dipertandingkan pada hari kedua Olimpiade.
Joe kemudian Azzahra adalah perenang Negara Indonesia yang tampil pada Olimpiade Paris 2024 melalui jalur kuota universality place sehiongga jumlah total atlet Indonesi yang mana lolos Olimpiade ini berubah berubah menjadi 29 atlet.
Semua atlet, pelatih, kemudian ofisial yang bermetamorfosis menjadi kontingen Tanah Air dikukuhkan Menteri Pemuda kemudian Olahraga Dito Ariotedjo yang mana kemudian dilepas oleh Presiden Joko Widodo dalam Ibukota pada Rabu (10/7).
Artikel ini disadur dari Joe Aditya dipasangi target minimal pecahkan rekornas di Olimpiade
