Olahraga

Olimpiade, daftar prestasi Negara Indonesia dari tahun ke tahun

Ibukota Indonesia –

Indonesia sudah mencatatkan prestasi yang tersebut membanggakan di dalam kompetisi olahraga akbar Olimpiade selama beberapa dekade. 

Olimpiade, sebagai turnamen olahraga terbesar ke dunia, telah dilakukan diselenggarakan sejak 1896 pada Yunani. Namun, Indonesi baru bergabung dan juga pada tahun 1952, pada waktu Olimpiade XV diadakan dalam Helsinki, Finlandia.

Pada partisipasi pertamanya, Indonesi tercatat sebagai salah satu negara dengan grup terkecil, yang tersebut hanya saja mengirimkan tiga atlet yang dimaksud berlaga pada cabang olahraga (cabor) seperti angkat besi, renang, dan juga atletik.

Secara akumulasi, atlet Tanah Air sudah meraih total 37  medali, terdiri dari 21 medali dari cabang bulu tangkis, 15 medali dari angkat besi, kemudian satu medali dari panahan.

Di Asia Tenggara, Indonesi menempati tempat kedua di jumlah total medali emas (8) lalu total medali (37), hanya sekali kalah dari Thailand yang digunakan menghimpun total 35 medali, diantaranya 10 medali emas. Secara total Thailand memang benar kalah, namun mereka itu mengatur perolehan medali emas sehingga miliki peringkat di melawan Indonesia.

Berdasarkan informasi dari beragam sumber resmi, Indonesia telah lama menghimpun medali pada setiap penyelenggaraan Olimpiade. Berikut adalah daftar medali yang dimaksud diraih Indonesia dari Olimpiade 1988 hingga 2020:

1. Olimpiade Seoul, Korea 1988

Nusantara berhasil meraih medali pertamanya pada Olimpiade Seoul 1988. Pada kesempatan tersebut, tim panahan Nusantara yang digunakan terdiri dari Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan juga Kusuma Wardhani berhasil mengakibatkan pulang medali perak.

2. Olimpiade Barcelona, Spanyol 1992

Pada kompetisi ini Nusantara mencatatkan data sejarah awal dengan meraih 2 medali emas, 1 medali perak, lalu 1 medali perunggu.

  • Susi Susanti, cabang bulu tangkis tunggal putri: Medali Emas
  • Alan Budi Kusuma, cabang bulu tangkis tunggal putra: Medali Emas
  • Eddy Hartono & Rudy Gunawan, cabang ganda putra: Medali Perak
  • Hermawan Susanto, cabang ganda tunggal putra: Medali Perunggu
3. Olimpiade Atlanta Amerika Serikat 1996

Semua medali yang diraih Indonesi di dalam Olimpiade Atlanta juga berasal dari cabang bulutangkis. Negara Indonesia berhasil memperoleh 1 medali emas, 1 medali perak, kemudian 3 medali perunggu, diantaranya:

  • Rexy Mainaky & Ricky Subagja, cabang bulu tangkis ganda putra: Medali Emas
  • Mia Audina, cabang bulu tangkis tunggal putri: Medali Perak
  • Antonius Ariantho & Denny Kantono, cabang bulu tangkis ganda putra: Medali Perunggu
  • Susi Susanti, cabang bulu tangkis tunggal putri: Medali Perunggu
4. Olimpiade Sydney, Australia 2000

Pada Olimpiade Sydney 2000 di dalam Australia, Indonesia kembali meraih prestasi dengan menyebabkan pulang 1 medali emas, 3 medali perak, kemudian 2 medali perunggu dari cabor bulutangkis juga angkat besi.

  • Tony Gunawand & Candra Wijaya, cabang bulu tangkis ganda putra: Medali Emas
  • Tri Kusharjanto & Minarti Timur, cabang bulu tangkis ganda campuran: Medali Perak
  • Hendrawan, cabang bulu tangkis tunggal putra: Medali Perak
  • Raema Lisa Rumbewas, cabang angkat besi 48 kg putri: Medali Perak
  • Sri Indriyani, cabang angkat besi 48 kg putri: Medali Perunggu
  • Winarni Binti Slamet, cabang angkat besi 48 kg putri: Medali Perunggu
5. Olimpiade Athena, Yunani 2004

Pada Olimpiade Athena 2004 pada Yunani, Tanah Air kembali meraih prestasi dengan mengakibatkan pulang 1 medali emas, 1 medali perak, juga 2 medali perunggu dari cabor bulutangkis juga angkat besi.

  • Taufik Hidayat, cabang bulu tangkis tunggal putra: Medali Emas
  • Sony Dwi Kuncoro, cabang bulu tangkis tunggal putra: Medali Perunggu
  • Eng Hian & Flendy Limpele, cabang bulu tangkis ganda putra: Medali Perunggu
  • Raema Lisa Rumbewas, cabang angkat besi 53 kg putri: Medali Perak
6. Olimpiade Beijing, China 2008

Pada Olimpiade Beijing 2008 di China, Nusantara kembali meraih prestasi dengan mengakibatkan pulang 1 medali emas, 2 medali perak, serta 4 medali perunggu dari cabor bulutangkis lalu angkat besi, di dalam antaranya:

  • Hendra Setiawan Markis Kido, cabang bulu tangkis ganda putra: Medali Emas
  • Nova Widianto & Lilyana Natsir, cabang bulu tangkis ganda campuran: Medali Perak
  • Maria Kristin Yulianti, cabang bulu tangkis tunggal putri: Medali Perunggu
  • Eko Yuli Irawan, cabang angkat besi 56 kg putra: Medali Perunggu
  • Triyatno, cabang angkat besi 62 kg putra: Medali Perunggu
  • Raema Lisa Rumbewas, cabang angkat besi 53 kg putri: Medali Perunggu

 

7. Olimpiade London, Inggris 2012

Pada Olimpiade London 2012 di Inggris, Negara Indonesia meraih prestasi dengan menghadirkan pulang 2 medali perak lalu 1 medali perunggu dari cabor angkat besi saja.

  • Triyatno, cabang angkat besi 69 kg putra: Medali Perak
  • Citra Febrianti, cabang angkat besi 53 kg putri: Medali Perak
  • Eko Yuli Irawan, cabang angkat besi 62 kg putra: Medali Perunggu
8. Olimpiade Rio, Brasil 2016

Pada Olimpiade Rio 2016 dalam Brasil, Nusantara kembali meraih prestasi dengan mengakibatkan pulang 1 medali emas serta 2 medali perak, dari cabor bulutangkis kemudian angkat besi.

  • Tontowi Ahmad & Liliyana Natsir, cabang bulu tangkis ganda campuran: Medali Emas
  • Sri Wahyuni Agustiani, cabang angkat besi 48 kg putri: Medali Perak
  • Eko Yuli Irawan, cabang angkat besi 62 kg putra: Medali Perak
9. Olimpiade Tokyo, Negeri Matahari Terbit 2020

Pada Olimpiade Tokyo 2020 dalam Jepang, Indonesia kembali meraih prestasi dengan menyebabkan pulang 1 medali emas, 3 medali perunggu, serta 1 medali perak, dari cabor bulutangkis lalu angkat besi.

  • Greysia Polii & Apriyani Rahayu, cabang bulu tangkis ganda putri: Medali Emas
  • Anthony Sinisuka Ginting, cabang bulu tangkis tunggal putra: Medali Perunggu
  • Eko Yuli Irawan, cabang angkat besi 61 kg putra: Medali Perak
  • Windy Cantika Aisah, cabang angkat besi 48 kg putri: Medali Perunggu
  • Rahmat Erwin Abdullah, cabang angkat besi 73 kg putra: Medali Perunggu

Artikel ini disadur dari Olimpiade, daftar prestasi Indonesia dari tahun ke tahun

Related Articles

Back to top button