Peneliti Temukan 280 Aplikasi Android Gunakan OCR untuk Mencuri Kredensial Mata Uang Kripto
Jakarta – Peneliti telah dilakukan menemukan lebih tinggi dari 280 aplikasi berbahaya Android yang tersebut menggunakan pengenalan karakter optik (OCR) untuk mencuri kredensial dompet mata uang kripto dari perangkat yang dimaksud terinfeksi.
Aplikasi yang dimaksud menyamar sebagai aplikasi mobile resmi dari bank, layanan pemerintah, layanan streaming TV, lalu utilitas. Faktanya, program yang disebutkan menelusuri ponsel yang tersebut terinfeksi untuk mencari instruksi teks, kontak, serta semua gambar yang dimaksud tersimpan juga secara diam-diam mengirimkannya ke server jarak jarak jauh yang dikendalikan oleh pengembang aplikasi. Aplikasi komputer yang disebutkan tersedia dari web berbahaya serta didistribusikan pada arahan phishing yang digunakan dikirim ke target. Tidak ada indikasi bahwa salah satu aplikasi mobile yang disebutkan tersedia melalui Google Play.
Tingkat kecanggihan yang dimaksud tinggi
Hal yang paling menonjol tentang kampanye malware yang dimaksud baru ditemukan itu adalah bahwa pelaku menggunakan perangkat lunak pengenalan karakter optik (OCR) pada upaya untuk mengekstrak kredensial dompet mata uang kripto yang digunakan ditampilkan di gambar yang dimaksud tersimpan di dalam perangkat yang terinfeksi.
Banyak dompet memungkinkan pengguna untuk melindungi dompet mereka dengan rangkaian kata acak. Kredensial mnemonik lebih tinggi enteng diingat oleh kebanyakan penduduk daripada karakter acak yang tersebut muncul pada kunci pribadi. Kata-kata juga lebih lanjut mudah-mudahan dikenali manusia pada gambar.
SangRyol Ryu, pribadi peneliti dalam firma keamanan McAfee, menemukan hal yang disebutkan setelahnya memperoleh akses tiada sah ke server yang digunakan menerima data yang mana dicuri oleh program jahat tersebut. Akses yang dimaksud merupakan hasil dari konfigurasi keamanan yang mana lemah yang tersebut dibuat ketika server yang dimaksud digunakan. Dengan demikian, Ryu dapat membaca halaman yang dimaksud tersedia untuk administrator server.
Satu halaman, yang tersebut ditampilkan di gambar di bawah, sangat menarik. Halaman yang dimaksud menunjukkan daftar kata pada dekat bagian berhadapan dengan kemudian gambar terkait, yang digunakan diambil dari ponsel yang digunakan terinfeksi, di dalam bagian bawah. Kata-kata yang digunakan ditampilkan secara visual pada gambar yang dimaksud terlihat sesuai.
Halaman admin yang tersebut menampilkan rincian OCR. (McAfee/Ars Technica)
“Setelah memeriksa halaman tersebut, berubah menjadi jelas bahwa tujuan utama para penyerang adalah untuk memperoleh frasa pemulihan mnemonik untuk dompet mata uang kripto,” tulis Ryu, sebagaimana disitir Ars Technica, 7 September 2024. “Hal ini menunjukkan penekanan utama untuk mendapatkan akses serta kemungkinan menguras aset kripto korban.”
OCR adalah serangkaian mengubah gambar teks yang tersebut diketik, ditulis tangan, atau dicetak bermetamorfosis menjadi teks yang tersebut dikodekan oleh mesin. OCR sudah pernah ada selama bertahun-tahun kemudian semakin umum digunakan untuk mengubah karakter yang ditangkap pada gambar bermetamorfosis menjadi karakter yang dapat dibaca juga dimanipulasi oleh perangkat lunak.
Ryu melanjutkan, “Ancaman ini menggunakan Python serta Javascript pada sisi server untuk memproses data yang digunakan dicuri. Secara khusus, gambar diubah berubah menjadi teks menggunakan teknik pengenalan karakter optik (OCR), yang tersebut kemudian diatur serta dikelola melalui panel administratif. Proses ini menunjukkan tingkat kecanggihan yang besar di menangani dan juga memanfaatkan informasi yang tersebut dicuri.”
Orang-orang yang dimaksud gelisah telah lama memasang salah satu perangkat lunak berbahaya harus memeriksa posting McAfee untuk mendapatkan daftar platform web terkait dan juga hash kriptografi.
Malware yang dimaksud telah lama menerima beberapa pembaruan dari waktu ke waktu. Sementara sebelumnya menggunakan HTTP untuk berinteraksi dengan server kontrol, sekarang terhubung melalui WebSockets, mekanisme yang digunakan lebih banyak sulit diurai oleh perangkat lunak keamanan. WebSockets mempunyai kegunaan tambahan dikarenakan berubah jadi saluran yang lebih banyak serbaguna.
Pengembang juga telah lama memperbarui aplikasi mobile untuk mengaburkan fungsi berbahayanya dengan lebih besar baik. Metode pengaburan meliputi pengodean string di dalam pada kode sehingga tidaklah ringan dibaca oleh manusia, penambahan kode yang digunakan tak relevan, dan juga penggantian nama fungsi kemudian variabel, yang semuanya membingungkan analis lalu mempersulit pendeteksian. Meskipun malware yang disebutkan sebagian besar terbatas dalam Korea Selatan, malware yang dimaksud baru-baru ini mulai menyebar di dalam Inggris.
“Perkembangan ini signifikan lantaran menunjukkan bahwa pelaku ancaman memperluas fokus mereka itu baik secara demografis maupun geografis,” tulis Ryu. “Perpindahan ke Inggris menunjukkan upaya yang disengaja oleh para penyerang untuk memperluas operasi mereka, kemungkinan besar menyasar kelompok pengguna baru dengan versi malware yang mana dilokalkan.”
Artikel ini disadur dari Peneliti Temukan 280 Aplikasi Android Gunakan OCR untuk Mencuri Kredensial Mata Uang Kripto

