Termotivasi Ingin Lamar Kekasih, Muhammad Nur Fuad Jamal Raih Medali Perak PON 2024
Jakarta – Lifter Jawa Barat, Muhammad Nur Fuad Jamal, miliki motivasi ekstra untuk dapat menyebabkan pulang medali dari partisipasinya di dalam PON 2024 Aceh-Sumatera Utara, yakni ingin melamar calon istri.
Bertarung dalam kelas 67 kilogram putra, Fuad berada satu kelas dengan lifter legendaris Indonesi Eko Yuli Irawan. Meski demikian, Fuad bukan takut juga sempat “menantang” Eko pada angkatan clean and jerk, pada pertandingan dalam GOR Seramoe, Banda Aceh, Kamis.
Fuad memasang beban 172 kilogram pada angkatan clean and jerk terakhirnya sebagai upayanya menandingi catatan beban Eko. Sayangnya, ia gagal mengangkat beban yang disebutkan lalu harus puas meraih medali perak dengan total angkatan 287 kilogram.
“Ini yang digunakan pertama kali (memenangi medali PON). Kebetulan saya juga punya niat baik, setelahnya ini insya Allah saya mau menikah. Untuk Mega Lestari, Bapak Agus Permadi, saya telah buktikan. Tunggu kepulangan saya,” kata Fuad pada konferensi pers usai pertandingan.
“Jadi pertama saya sebelum ini kan ada seleksi pra-PON dulu ya, 2023 di Bandung, saya ke situ sudah ada dialog (ingin melamar ke) pacar saya, umur saya kan gak beda terpencil serupa dia. Saya jujur semangat aspek eksternal saya ini ya, kalau internal kan pasti pemukim tua, keluarga, ini factor eksternal saya, sebab dia. Saya dapat lolos Pra PON semangat ya dikarenakan dia,” tutur Fuad.
Fuad yang digunakan terjun ke bumi angkat besi sejak kelas 6 SD itu mengaku sangat bangga sebab akhirnya mampu meraih prestasi pada level PON. Ia berkaca ke pengalamannya tampil dalam PON Papua 2021, yakni pulang dengan tangan hampa akibat mengalami cedera ketika melakukan persiapan.
“PON Papua saya peringkat kelima. Kebetulan dalam situ saya berlatih di Bekasi, saya mengalami cedera dislokasi siku. Tiga bulan segera ke Papua, dalam situ saya gak mengharapkan medali, mengharapkannya selamat, yang digunakan penting menggugurkan kewajiban untuk Jabar, sudah,” ujarnya.
Di balik kegembiraan Fuad, terselip satu harapan terkait masa depannya. Atlet 25 tahun itu sangat berharap mampu mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.
“Saya cuma satu belaka sih, belum kerja, ingin kerja. Sediakan lah buat atlet-atlet daerah, minimal yang digunakan telah juara pada Porprov atau PON telah dapat medali, soalnya ini gak gampang lho masuk PON ini. (Ajang) olahraga terbesar ke Indonesia, empat tahun sekali, saya butuh benar-benar perjuangan lho dapat ini. Latihan pagi-sore-malam, sampai naik-turunkan berat badan, sakit pinggang, lutut,” paparnya.
Saat ditanyai apakah dirinya akan ikhlas melepas status sebagai atlet yang tersebut telah ditekuni sejak kecil jikalau mendapat pekerjaan, Fuad berharap mampu mendapatkan pekerjaan yang menyokong aktivitasnya sebagai atlet.
“Kalau saya sih inginnya kalau memang benar ada instansi dari KONI atau apa yang dimaksud sanggup kerja sambil latihan, saya akan tekuni dua-duanya. Kan banyak ya, misal dari atlet masuk Polisi, kerjanya apa? Ya latihan. Soalnya kan ia punya prestasi gitu. Ya saya sih pengennya gitu, soalnya saya juga target ingin ke SEA Games 2025,” kata dia.
Artikel ini disadur dari Termotivasi Ingin Lamar Kekasih, Muhammad Nur Fuad Jamal Raih Medali Perak PON 2024


