Hasil Wushu PON 2024: Jawa Timur, Sumatera Utara, dan juga Jawa Tengah Kuasai Perolehan Medali
Jakarta – Kontingen Jawa Timur, Sumatera Utara, dan juga Jawa Tengah berbagi tujuh medali emas di perolehan akhir medali cabang olahraga wushu pada Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumatera Utara atau PON 2024. Meski sama-sama mendulang tujuh emas, jumlah agregat medali kontingen Jawa Timur lebih lanjut berbagai dengan tujuh emas, sembilan perak, dan juga sembilan perunggu. Capaian yang dimaksud menempatkan merekan pada peringkat teratas klasemen akhir.
Ketua Umum KONI Jawa Timur M Nabil memaparkan prestasi ini merupakan buah dari proses panjang para atlet pada menjalani latihan keras pada pemusatan latihan area selama 2,5 tahun terakhir. “Anak-anak itu latihan pagi sore, dia juga tryout ke China, kemudian juga mendatangkan pembimbing asing. Mereka melakukan ketekunan yang mana sungguh-sungguh,” ujar dia.
Tujuh medali emas untuk Jawa Timur disumbang oleh Alisya Mellynar dari nomor taijiquan putri, Michael Arroll Nestor Jennings dari taolu wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putra, Jessie Djalimin ke nomor taolu wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putri.
Selanjutnya, Muhammad Daffa Golden Boy dalam nomor taolu jianshu serta qiangshu putra, Jennifer Tjahyadi dalam nomor daoshu lalu gunshu putri, Akbar Dwi Affandi/Nicholaus Karanka Adinugroho/Muhammad Zaki Ikbaar Ramadhan di dalam nomor duilian putra, kemudian Natalie Chriselda Tanasa/Benedicta Rafaella Karolusia Prasetyo pada duilian putri.
Sembilan perak disumbang oleh Muhammad Daffa Golden Boy di dalam nomor changquan putra, Jennifer Tjahyadi di nomor changquan putri, Rainer Reinaldy Ferdiansyah pada nomor taijiquan putra, Nicholaus Karanka Adinugroho dalam nomor nanquan putra.
Selanjutnya, Shakira Marini Putri di nomor wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putri, Ahmad Ghifari Fuaiz di dalam nomor jianshu lalu qiangshu putra, Terrence Tjahyadi di dalam nomor nandao lalu nangun putra. Aqila Ghaida Fuaizah pada nomor nandao kemudian nangun putri, juga Ahmad Ghifari Fuaiz di dalam nomor jianshu serta qiangshu putra, Ahmad Ghifari Fuaiz/Rakay Nobel Ardiansyah/Ahmad Ghozali Fuaiz di dalam nomor duilian putra.
Adapun sembilan medali perunggu dikunci oleh Seraf Naro Siregar di dalam nomor changquan putra, Akbar Dwi Affandi pada nomor nanquan putra, Ahmad Ghozali Fuaiz di nomor nandao kemudian nangun putra, Alisya Mellynar ke nomor taijijian putri, Rainer Reinaldy Ferdiansyah pada nomor taijijian putra.
Selanjutnya, Dean Okta Triana dari sanda kelas 52kg putri, Citra Purnamasari Kusuma Ningrum dari kelas 56kg putri, Siti Yulaikah pada kelas 60kg putri, dan juga Zulfikar Ubaidillah Riky di kelas 56kg putra.
Sumatera Utara dalam Peringkat Kedua
Kontingen Sumatera Utara berada ke peringkat kedua klasemen akhir dengan perolehan tujuh emas, empat perak, juga satu perunggu. Empat emas digenggam dari nomor taolu yang disumbang oleh Nicholas di dalam nomor taijiquan putra serta taijijian putra dan juga Harris Horatius pada nomor nanquan putra dan juga taolu kombinasi nandao juga nangun putra.
Tiga medali emas sisanya diperoleh dari nomor sanda melalui Fereddy Sinaga ke kelas 52kg putra, Samuel Marbun di dalam kelas 65kg putra, kemudian Harry Brahmana dalam kelas 70kg putra. Empat medali perak disabet oleh Elsanda Sitio di kelas 52kg putri, Elika Br Tarigan di kelas 60kg putri, Elbi Elisius Brahmana ke kelas 56kg putra, juga Roberto Manik di kelas 75kg putra. Adapun satu perunggu diraih Ydris Talenta Barus pada kelas 48kg putra.
Jawa Tengah menyodok ke urutan ketiga klasemen akhir medali dengan tujuh emas, tiga perak, serta tiga perunggu. Satu medali emas disumbang oleh Alexandra Calista Setiawan dari nomor taolu taijijian putri. Enam emas diraup dari sanda oleh Bayu Peni Hendrasswari ke kelas 48kg putri, Tharisa Dea Florentina ke kelas 52kg putri, Gita Ariesta di kelas 56kg, Thania Kusumaningtyas pada kelas 60kg putri, Yusuf Widianto dalam kelas 56kg putra, dan juga Puja Riyaya ke kelas 75kg putri.
Tiga medali perak didulang oleh Rio Noviansyach di dalam nomor wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putra, Jessica Antonetta/Evelyn Naura Adelia/Theodora Rosa Santoso pada nomor duilian putri, dan juga Bintang Reindra Nada Guitara dari sanda kelas 60kg putra. Tiga perunggu Jawa Tengah dikumpulkan oleh Alexandra Calista Setiawan pada nomor taijiquan putri, Bayu Raka Putra sanda kelas 65kg putra, juga M.Subeki pada kelas 70kg putra.
DKI Ibukota harus puas dalam sikap keempat dengan torehan enam medali emas, empat perak, juga tujuh perunggu.nEnam emas yang dimaksud disegel oleh Edgar Xavier Marvelo di nomor chanquan putra juga daoshu juga gunshu putra, Eugenia Diva Widodo di changquan putri, Patricia Geraldine di nomor jianshu juga qiangshu putri, Agni Agustine Dimonim di nomor nandao serta nangun putri, dan juga Jumanta di dalam sanda kelas 60kg putra.
Empat perak diraih oleh Salwaa Dhana Azalia pada nomor taijiquan putri juga taijijian putri, Alinskha Hanamaira pada nomor nanquan putri, juga Eugenia Diva Widodo dari nomor daoshu lalu gunshu putri. Tujuh perunggu untuk DKI Ibukota didulang oleh Andrea Simon di changquan putri, Agni Agustine Dimonim dalam nanquan putri, Ivana Beatrice L dari nomor daoshu serta gunshu putri, Keane McLaren Lee dalam nomor jianshu juga qiangshu putra. Berikutnya, Carlson Sasmita dari nomor wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putra, Riki Aditia ke nomor sanda kelas 52kg putra, serta Boston Siagian dalam kelas 56kg putra.
Kontingen Jawa Barat berada pada peringkat kelima dengan raihan dua emas serta lima perunggu. Medali emas disumbang oleh Tasya Ayu Puspa Dewi dari nomor nanquan putri dan juga Ade Permana dari sanda kelas 48kg putra. Lima perunggu diamankan oleh Tasya Ayu Puspa Dewi di dalam nomor nandao juga nangun putri, N Diana Ratna dari sanda kelas 48kg putri, Ebina Saputri Sunarya di dalam kelas 56kg putri, Kamal Maulansyah di kelas 60kg putra, juga Iman Lesmana ke kelas 75kg putra.
Raihan tiga medali perak di nomor sanda memproduksi Aceh merangsek ke peringkat enam klasemen akhir perolehan medali. Tiga perak yang dimaksud diraup oleh Novriza Raihanda pada kelas 48kg putri, Khairil Walidi di kelas 52kg putra, serta Rahmad Dwi Kurniawan ke kelas 70kg putra.
Wakil Ketua Umum I Pengurus Besar Wushu Tanah Air (PB WI) Iwan Kwok mengaku puas terhadap penampilan para atlet. Dia menganggap level permainan, baik pada nomor taolu maupun sanda telah lama meningkat, terbukti dengan banyaknya atlet muda yang meraih medali.
Dia berharap atlet-atlet yang telah terjadi berprestasi ini mampu meningkatkan kemampuan agar sanggup bersaing dalam pentas yang digunakan lebih tinggi besar. “Untuk para atlet yang dimaksud sudah ada mendapat medali emas agar setelahnya selesai dari PON ini, pasca menerima penghargaan, menerima bonus, jangan bersenang-senang dengan bonus itu. Mereka harus kembali lagi ke titik nol untuk latihan lagi sebab SEA Games telah mengantisipasi di depan,” ujar dia.
Artikel ini disadur dari Hasil Wushu PON 2024: Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah Kuasai Perolehan Medali



