Lifestyle

Memahami disabilitas intelektual, pengertian kemudian penyebabnya

DKI Jakarta – Berbeda dengan disabilitas mental yang mana berkaitan dengan gangguan jiwa emosi, perilaku, atau pikiran, disabilitas intelektual lebih banyak disebabkan oleh hambatan di perkembangan otak sejak masa komposisi hingga setelahnya kelahiran.

Disabilitas intelektual adalah kondisi yang mana ditandai dengan keterbatasan di kemampuan intelektual lalu perilaku adaptif seseorang. Hal itu mempengaruhi bagaimana seseorang belajar, berpikir juga memproses informasi.

Penyandang disabilitas intelektual biasanya mempunyai tingkat IQ ke bawah rata-rata kemudian menghadapi kesulitan pada berkomunikasi, bersosialisasi dan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan. Contoh disabilitas intelektual antara lain seperti Down Syndrome serta keterlambatan bertambah kembang.

Disabilitas intelektual juga mempengaruhi kemampuan adaptasi di bervariasi aspek kehidupan, seperti komunikasi, keterampilan sosial, lalu kemampuan akademik. Menurut klasifikasi dari American Psychological Association (APA), disabilitas intelektual dibedakan berdasarkan skor IQ sebagai berikut:

  • Ringan (Debil): IQ 55-70
  • Sedang (Imbesil): IQ 40-55
  • Berat: IQ 25-40
  • Sangat Berat: IQ di bawah 25

Faktor asal-mula disabilias intelektual

1. Kondisi genetik

Disabilitas intelektual dapat disebabkan oleh hambatan genetik, seperti gen yang tersebut bukan normal yang tersebut diwariskan dari warga tua. Contoh kondisi genetik yang dimaksud dapat menyebabkan disabilitas intelektual adalah Down syndrome, Fragile X syndrome, serta PKU (phenylketonuria).

2. Tantangan ketika kehamilan

Jika pada masa kehamilan perkembangan bayi di di rahim tak berjalan dengan baik, hal itu bisa jadi menyebabkan disabilitas intelektual. Misalnya, ada hambatan pada pembelahan sel bayi. Selain itu, apabila ibu hamil mengonsumsi alkohol atau terkena infeksi seperti rubella, bayi yang dimaksud dikandungnya kemungkinan besar berisiko mengalami disabilitas intelektual.

3. Komplikasi ketika persalinan

Ketika ada kesulitan pada waktu persalinan, seperti kurangnya suplai oksigen ke bayi ketika lahir, hal itu juga dapat mengakibatkan disabilitas intelektual.

4. Penyakit atau paparan zat berbahaya

Beberapa penyakit seperti batuk rejan, campak, atau meningitis dapat menyebabkan disabilitas intelektual. Selain itu, kekurangan gizi yang mana parah, tiada mendapatkan perawatan medis yang mana memadai, atau terpapar racun seperti timbal kemudian merkuri juga mampu menjadi penggerak disabilitas intelektual.

Disabilitas intelektual bukanlah penyakit menular, lalu tiada dapat "tertular" dari khalayak lain. Itu juga tidak kelainan mental seperti depresi. Meskipun tak ada obat untuk disabilitas intelektual, anak-anak dengan status ini masih mampu belajar banyak hal, belaka belaka mungkin saja butuh waktu tambahan lama atau cara belajar yang tersebut berbeda dari anak-anak lain.

Penting untuk menyadari bahwa penyandang disabilitas intelektual membutuhkan lebih tinggi banyak waktu lalu kesabaran pada belajar serta menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyandang disabilitas intelektual memerlukan lingkungan yang tersebut tenang kemudian bebas dari tekanan untuk membantu mereka itu berkonsentrasi serta merasa lebih banyak nyaman. Untuk berinteraksi dengan penyandang disabilitas intelektual, gunakan bahasa yang digunakan mudah dan juga instruksi yang tersebut simpel dimengerti.

Artikel ini disadur dari Memahami disabilitas intelektual, pengertian dan penyebabnya

Related Articles

Back to top button