Bisnis

Pengusaha imbau diversifikasi ekspor, kurangi ketergantungan ke Negeri Paman Sam

Ibukota Indonesia – Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Tanah Air (Hipmi) Anggawira mengimbau pemerintah mempercepat perjanjian dagang dengan negara-negara Uni Eropa, Timur Tengah juga Afrika, untuk mendiversifikasi bursa ekspor sehingga dapat menghurangi ketergantungan ke Amerika Serikat.

Hal yang disebutkan untuk merespons kebijakan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump yang digunakan mengenakan tarif dasar lalu bea masuk baru terhadap sejumlah mitra dagang, satu di antaranya Indonesia yang dimaksud terkena tarif timbal balik sebesar 32 persen.

"Percepat perjanjian dagang dengan Uni Eropa, Timur Tengah, dan juga Afrika agar ketergantungan terhadap Negeri Paman Sam berkurang," kata Anggawira pada waktu dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Anggawira mengatakan diversifikasi bursa ekspor dengan akselerasi perjanjian dagang adalah kebijakan yang digunakan penting dipertimbangkan untuk jangka menengah.

Dalam jangka pendek, kata dia, pemerintah harus meyakinkan pelaku bursa dengan komitmen untuk melindungi stabilitas dan juga kepercayaan pasar, dalam antaranya dengan intervensi di lingkungan ekonomi keuangan lalu stimulus bagi globus bisnis terdampak.

Perluasan sasaran dagang, kata dia, juga dapat dikerjakan dengan mengoptimalkan perjanjian Kemitraan Kondisi Keuangan Komprehensif Lokal (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

RCEP adalah blok perdagangan di Asia Pasifik yang tersebut melibatkan 15 negara dengan porsi sepertiga dari total sektor ekonomi global.

"Mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian RCEP untuk meningkatkan ekspor ke Asia-Pasifik," kata Anggawira.

Menurut dia, otoritas Indonesi perlu merespons cepat lalu tepat kebijakan Trump yang tersebut disebut pemimpin negara adi daya itu sebagai "Hari Pembebasan".

Respons tepat kemudian cepat pemerintah akan memberi dampak nyata bagi pengusaha, katanya.

"Jika tak ada langkah konkret, ketidakpastian sektor ekonomi sanggup semakin di lalu berdampak negatif," lanjut dia.

Kebijakan tarif Trump dinilai sebagai pemicu membesar tekanan sektor ekonomi global yang tersebut berdampak signifikan terhadap dunia usaha.

Presiden Trump pada Rabu (2/4/2025) mengumumkan kenaikan tarif perdagangan ke negara-negara yang dimaksud selama ini menikmati surplus neraca perdagangan dengan AS.

Dari data Gedung Putih, Indonesia berada pada urutan ke delapan ke daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen.

Sekitar 60 negara akan datang dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang dimaksud merekan berlakukan terhadap AS.

Indonesia bukanlah satu-satunya negara dalam kawasan Asia Tenggara, yang berubah menjadi sasaran kebijakan dagang Amerika Serikat itu.

Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam dan juga Thailand dengan tiap-tiap kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen lalu 36 persen.

Tarif-tarif yang tersebut sudah pernah lama disuarakan Trump itu disampaikan di acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu waktu setempat.

Tarif universal era Trump dikabarkan akan mulai berlaku pada Hari Sabtu (5/4/2025), sementara tarif timbal balik, yang mana berusaha mencapai sekitar 60 mitra dagang AS, akan diberlakukan mulai Rabu (9/3/2025).

Artikel ini disadur dari Pengusaha imbau diversifikasi ekspor, kurangi ketergantungan ke AS

Related Articles

Back to top button