Bisnis

KAI amankan barang tertinggal Rp1,28 miliar selama angkutan Lebaran

Ibukota – PT Kereta Api Negara Indonesia (Persero) mencatatkan data telah lama mengamankan barang tertinggal milik pelanggan kereta api senilai Rp1.284.493.414 selama periode arus mudik juga balik angkutan Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.

 

"Selama masa angkutan Lebaran 2025, KAI berhasil mengamankan 1.083 barang tertinggal milik pelanggan. Total nilai dari barang-barang yang tertinggal yang dimaksud mencapai Rp1.284.493.414," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba ke Jakarta, Senin.

 

Dia menyampaikan hal itu berubah menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih tinggi berhati-hati ketika bepergian, khususnya di dalam masa padat seperti libur keagamaan.

 

“Jenis barang yang mana tertinggal sangat beragam, mulai dari gadget, pakaian, jam tangan, dompet, emas, uang tunai, hingga helm. Alhamdulillah, sebagian besar telah dilakukan berhasil dikembalikan terhadap pemiliknya,” ujarnya.

 

Anne menegaskan KAI memiliki sistem lost and found yang terlibat beroperasi untuk membantu penanganan barang-barang pelanggan yang digunakan tertinggal baik di dalam stasiun maupun ke pada kereta.

 

“Begitu ada barang ditemukan, tim akan mencatat, mengamankan, juga memasukkannya ke di sistem. Pelanggan yang dimaksud merasa kehilangan dapat dengan segera melapor ke pelaku atau menghubungi Contact Center 121 agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

 

Dia menuturkan langkah itu merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan yang digunakan tidak ada belaka andal, tetapi juga peduli terhadap keselamatan juga kenyamanan pelanggan.

 

KAI memahami bahwa selama masa mudik lalu balik Lebaran, kondisi stasiun serta kereta dipenuhi oleh penumpang yang digunakan menyebabkan sejumlah barang bawaan, sehingga risiko kelalaian tambahan tinggi sehingga edukasi terhadap pelanggan terus digencarkan.

 

“Kami ingin semua pelanggan merasa aman. Namun, tentu cuma barang bawaan adalah tanggung jawab masing-masing. KAI hadir untuk membantu jikalau muncul kelalaian, tapi kewaspadaan pribadi masih yang tersebut utama,” ucap Anne.

 

Menurutnya, sistem lost and found terbukti efektif lalu responsif pada menangani temuan barang. Tidak sedikit pelanggan yang tersebut merasa terbantu akibat barang berharganya bisa jadi kembali pada kondisi baik.

 

Selain sistem pelaporan yang digunakan sederhana dijangkau, Anne mengatakan pelaku KAI ke lapangan juga telah terjadi dilatih untuk sigap di menghadapi laporan kehilangan juga memverifikasi rute administrasi berjalan transparan.

 

Oleh oleh sebab itu itu, mendekati momen libur panjang Hari Jumat Agung lalu Paskah pada 18-20 April 2025, KAI mengimbau pelanggan untuk lebih tinggi waspada terhadap barang bawaan dia selama pada perjalanan.

 

Menyambut peningkatan jumlah total pelanggan pada libur hari terakhir pekan Agung serta Paskah, lanjut Anne, KAI akan permanen siaga memberikan layanan maksimal, baik dari sisi operasional perjalanan kereta maupun pelayanan pelanggan di dalam stasiun.

 

“Kami terus memantau peluang lonjakan penumpang. Seluruh jajaran siap untuk merawat kelancaran perjalanan serta keamanan pelanggan selama akhir pekan panjang nanti,” ucapannya pula.

 

Ia juga mengingatkan, apabila menemukan barang tertinggal milik khalayak lain, pelanggan dapat segera menyerahkannya ke personel ke stasiun atau pada di kereta, sebagai bagian dari budaya saling peduli.

 

Dengan bermacam upaya ini, KAI berharap kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api semakin kuat. Selain efisien kemudian ramah lingkungan, kereta api juga menjunjung tinggi keamanan juga rasa tanggung jawab terhadap pelanggan.

 

“Semoga perjalanan libur panjang akhir pekan nanti berjalan lancar lalu menyenangkan. Kami harap semua pelanggan bisa saja pulang dengan aman, nyaman, kemudian tentunya lengkap dengan seluruh barang bawaannya,” kata Anne.

 

Artikel ini disadur dari KAI amankan barang tertinggal Rp1,28 miliar selama angkutan Lebaran

Related Articles

Back to top button