Tempat-tempat dengan polusi udara yang tersebut minim lalu minim cahaya buatan (light pollution) bermetamorfosis menjadi salah satu kondisi utama dari kedudukan stargazing,
Labuan Bajo – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksanaan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Frans Teguh mengutarakan destinasi Parapuar Labuan Bajo dalam Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur miliki peluang stargazing (memandang bintang) yang digunakan dapat dinikmati wisatawan.
"Selain menikmati sunrise kemudian sunset, Parapuar juga dapat berubah menjadi tempat kejadian untuk meninjau pemandangan ke waktu malam hari baik dari cahaya lampu dari perkotaan maupun bintang-bintang yang mana terlihat jelas ke waktu malam hari, sehingga lokasi ini cocok dijadikan sebagai tempat kejadian stargazing," katanya di pernyataan yang mana diterima pada Labuan Bajo, Senin.
Frans Teguh menambahkan
stargazing adalah kegiatan mengamati langit di malam hari untuk menikmati serta mempelajari benda-benda langit seperti bintang, planet, bulan, juga objek-objek angkasa lainnya.
Saat ini, Stargazing berubah jadi salah satu kegiatan seru yang dimaksud sejumlah dicari orang.
"Tempat-tempat dengan polusi udara yang tersebut minim lalu minim cahaya buatan (light pollution) berubah jadi salah satu kondisi utama dari lokasi stargazing ini sehingga gelapnya langit waktu malam dengan taburan bintang dapat terlihat lebih besar jelas," katanya.
Lokasi Parapuar yang terletak pada ketinggian 238 mdpl Labuan Bajo juga berjauhan dari keramaian, lanjut dia, tentu berubah jadi nilai tambah dari tempat kejadian ini untuk aktivitas stargazing.
Ia juga menjelaskan stargazing yang digunakan serius biasanya dibutuhkan teleskop atau setidaknya teropong, namun, banyak warga juga menikmati stargazing hanya saja dengan mata telanjang.
Menurut ia terdapat begitu sejumlah hal menawan yang digunakan dapat diamati selama stargazing, satu di antaranya planet-planet di tata surya, nebula, galaksi, bintang ganda, lalu fenomena langit seperti meteor kemudian gerhana.
"Stargazing adalah cara yang dimaksud luar biasa untuk mengamati juga menyadari alam semesta yang luas di sekitar manusia, juga bermetamorfosis menjadi salah satu cara untuk menghargai keindahan alam juga keajaiban alam semesta yang tak terbatas," ujarnya.
Melihat jutaan bintang dalam langit malam, kata dia, adalah pengalaman yang tersebut menakjubkan juga bisa jadi memberikan rasa kedamaian juga menginspirasi.
Tidak sedikit penggemar stargazing juga tertarik untuk memotret langit di malam hari menggunakan teknik-teknik khusus untuk menangkap keindahan alam semesta.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan terkait dengan jam mengungkap dan juga tutup kedudukan kawasan Parapuar, maka untuk yang digunakan berminat melakukan
stargazing di dalam waktu malam hari, dapat menyampaikan permohonan izin terlebih dahulu terhadap BPOLBF.
Kunjungi Kantor BPOLBF yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Nomor 88, Labuan Bajo kemudian bertemu dengan pihak yang dimaksud berwenang seperti kepala divisi atau direktur atau menyampaikan Surat Permohonan Izin melalui Call Center BPOLBF di dalam nomor (+62) 81-138-794-555.
Tidak hanya sekali berubah menjadi lokasi stargazing, Parapuar Labuan Bajo juga mempunyai pemandangan Labuan Bajo dari titik pandang 360 derajat, menjadi tempat kejadian terbaik menikmati sunset dan juga sunrise , miliki gua tersembunyi lalu mata air, hingga aktivitas trekking, forest healing, birdwatching, biodiversity explore, yoga kemudian meditasi, cultural live music, posisi green action, glamping, agrowisata, hingga eksplorasi gua.
Artikel ini disadur dari Parapuar Labuan Bajo berpotensi jadi lokasi aktivitas “Stargazing”