Apa itu Kurikulum Merdeka Sebagai Kurikulum Nasional? Ini adalah Penjelasannya
Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, serta Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional mulai Rabu, 27 Maret 2024. Keputusan itu tertuang di Peraturan Pendidikan, Kebudayaan, Riset, lalu Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, lalu Pendidikan Menengah.
Apa itu Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional?
Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran intrakurikuler yang digunakan beragam di mana konten akan tambahan optimal supaya siswa mempunyai cukup waktu untuk mendalami konsep dan juga menguatkan kompetensi. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasan terhadap guru untuk menciptakan kegiatan belajar berkualitas yang sesuai dengan keinginan dan juga lingkungan belajar.
Karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangkan keterampilan nonteknis (soft skills) lalu karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, fokus pada materi esensial dengan tujuan agar waktu pembelajaran secara mendalam cukup untuk kompetensi dasar, seperti literasi dan juga numerasi.
Prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka mencakup tiga tipe kegiatan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, kemudian ekstrakurikuler. Adapun pembelajaran intrakurikuler dilaksanakan secara terdiferensiasi supaya siswa mempunyai cukup waktu untuk mengerti konsep kemudian menguatkan kompetensi.
Kemudian, pembelajaran kokurikuler pada bentuk proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dimaksud berprinsip pada pembelajaran interdisipliner yang digunakan berdasar pada pengembangan karakter lalu kompetensi umum. Sementara pembelajaran ekstrakurikuler diselenggarakan sesuai dengan minat siswa dan juga sumber daya sekolah.
Alasan Penerapan Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional
Kepala Badan Standar, Kurikulum, kemudian Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menyatakan Kurikulum Merdeka diklaim mampu meningkatkan hasil literasi dan juga numerasi partisipan didik pada tiga tahun terakhir.
Menurut dia, Kurikulum Merdeka yang tersebut bermetamorfosis menjadi kurikulum nasional telah sesuai dengan rencana. Tujuannya untuk memperbaiki mutu pendidikan. Selain itu, sekolah akan diberi batas waktu dua sampai tiga tahun untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.
“Sekali lagi, ini bukanlah mengenai pergantian nama istilah atau dokumen. Tapi ini adalah peluang kesempatan untuk memperbaiki,” ucap Anindito pada Gedung Kemendikbudristek, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2024.
Mengacu pada Pasal 31 Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 disebutkan bahwa sekolah yang digunakan belum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 hingga tahun ajaran 2025/2026 kemudian memulai pemanfaatan Kurikulum Merdeka paling lambat pada tahun ajaran 2026/2027.
“Satuan lembaga pendidikan pada jenjang institusi belajar anak usia dini, sekolah dasar, lalu sekolah menengah di wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T) yang tersebut belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran 2026/2027 kemudian memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling lambat pada tahun ajaran 2027/2028,” seperti dikutipkan dari Pasal 31 huruf b Permendikbudristek tersebut.
MELYNDA DWI PUSPITA
Artikel ini disadur dari Apa itu Kurikulum Merdeka Sebagai Kurikulum Nasional? Ini Penjelasannya

