Hanya Satu Perbatasan RI-Timor Leste yang mana Dibuka Selama Kunjungan Paus Fransiskus ke Dili
Jakarta – Pos Lintas Batas Negara Motaain di dalam Wilayah Belu, Nusa Tenggara Timur, akan menjadi satu-satunya perbatasan darat yang dibuka menjauhi kunjungan Paus Fransiskus ke Dili, Timor Leste.
“PLBN Motaain berubah menjadi satu-satunya pintu masuk yang mana akan dibuka untuk melayani perlintasan penduduk serta barang di dalam wilayah perbatasan darat antara negara Nusantara lalu Timor Leste,” kata Indra Maulana Dimyati, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Atambua, lewat pernyataan resmi terhadap Tempo, Sabtu, 7 September 2024.
Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Timor Leste memberikan kesempatan bagi masyarakat NTT, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste untuk mengikuti Perayaan Misa Agung pada 10 September 2024 dalam Tasitolu Timor Leste.
Untuk meningkatkan pelayanan keimigrasian bagi umat Katolik yang digunakan akan menyeberang, Imigrasi Atambua menambah tiga konter pemeriksaan tambahan pada PLBN Motaain dari semula tiga konter. Di samping itu, Imigrasi mamasang dua konter tambahan dalam jalur tol ke luar gedung PLBN untuk pemeriksaan sopir kendaraan umat yang dimaksud akan mengikuti Misa Agung.
“Seluruh konter tambahan menggunakan Mobile Unit BCM yang digunakan dimiliki oleh Kantor Imigrasi Atambua,” ujar Indra.
Kantor Imigrasi Atambua juga melakukan mitigasi resiko dengan berkoordinasi dengan pihak administrator PLBN Motaain di hal penyediaan jaringan internet, penyesuaian layout area imigrasi, peningkatan jaringan komunikasi, dan juga pemanfaatan prasarana PLBN lainnya yang digunakan dibutuhkan untuk melancarkan kegiatan ini.
Untuk mengakomodir tambahan konter pemeriksaan tersebut, Kantor Imigrasi Atambua menyiagakan personal tambahan banyaknya 80 pendatang personel imigrasi yang mana berasal dari pos imigrasi lainnya. “Mereka diperbantukan melakukan pemeriksaan keimigrasian pada PLBN Motaain selama tanggal 06-12 September 2024,” kata Indra.
Pater Vincentius Wun, Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, menyampaikan terima kasih berhadapan dengan dukungan serta prasarana yang digunakan diberikan Kantor Imigrasi Atambua, satu di antaranya pelayanan eazy paspor bagi umat yang tersebut akan melintas dan juga mengapresiasi persiapan pelayanan keimigrasian di PLBN Motaain.
Kantor Imigrasi Atambua telah terjadi memberikan pelayanan Eazy Paspor secara dengan segera pada Kantor Keuskupan Atambua. Total ada 99 paspor yang diterbitkan dari Eazy Paspor ini, dengan rindian 15 paspor pada 30 Juli serta 84 paspor pada 10 Agustus.
Keuskupan Atambua serta Kupang juga sudah pernah mendata rombongan umat yang tersebut akan menyeberang. Dari Keuskupan Atambua berjumlah 596 warga juga Keuskupan Agung Kupang sebanyak 201 orang. Mereka secara bersamaan akan berangkat ke Dili pada 9 September 2024.
Artikel ini disadur dari Hanya Satu Perbatasan RI-Timor Leste yang Dibuka Selama Kunjungan Paus Fransiskus ke Dili
