Kabar Terbaru IKN: Istana Siap Dipakai Presiden Jokowi, DPR Setujui Tambahan Anggaran Rp27 T untuk 2025
Jakarta – Presiden Jokowi akan pindah ke Ibu Pusat Kota Nusantara sampai akhir masa jabatannya, 20 Oktober 2024. Deputi Protokol Pers juga Industri Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana mengemukakan bahwa Istana Negara kemudian Istana Garuda pada IKN telah lama siap ditempati Presiden untuk beraktivitas layaknya seperti di dalam Istana Jakarta.
Hal yang dimaksud disampaikan Yusuf Permana di Jakarta, Senin, 9 September 2024, menanggapi rencana Presiden Jokowi akan datang berkantor dalam IKN, Kalimantan Timur, mulai Selasa besok, 10 September 2024, sampai sehari jelang akhir masa jabatannya.
“Bapak Presiden dapat berkantor pada Istana IKN, sebagaimana beliau berkantor seperti biasa ke Istana Merdeka Jakarta,” katanya dikonfirmasi ke Jakarta.
Yusuf juga meyakinkan bahwa Istana Negara juga Istana Garuda ke IKN telah selesai dibangun dan juga siap digunakan oleh Presiden Jokowi untuk bermacam rutinitas kerja.
Ia menjelaskan bahwa selama periode tersebut, Presiden akan menjalankan bermacam aktivitas resmi, seperti audiensi, rapat terbatas, Sidang Kabinet Paripurna, juga pengarahan lainnya ke Istana IKN.
“Kegiatan audiensi, rapat terbatas, Sidang Kabinet Paripurna, Pengarahan dan juga lain-lain adalah kegiatan yang digunakan banyak beliau lakukan di Istana,” katanya.
Belum diketahui apakah para menteri juga akan mengambil bagian pindah ke IKN, atau hanya sekali ke ibu kota baru itu apabila dipanggil Presiden. Namun Menko PMK, Muhadjir Effendy, lebih banyak dulu berkantor di Kantor Ibu Daerah Perkotaan Nusantara sejak Rabu 28 Agustus 2024.
Dalam kesempatan itu Muhadjir secara langsung mengawasi Rapat Kerjasama (Rakor) Perbaikan Sumber Daya Individu (SDM) dengan pemerintah daerah. Muhadjir Effendy mengatakan, ingin meramaikan IKN supaya bukan sepi.
“Setelah kemarin penyelenggaraan upacara memperingati Proklamasi ketika ini kita ramaikan IKN supaya semarak sebagai Ibu Daerah Perkotaan Nusantara, Indonesi Baru,” ujar Muhadjir pada rilis yang digunakan diterima, Kamis 29 Agustus 2024.
Dikatakan Yusuf, Presiden Jokowi akan melaksanakan tugas-tugas kenegaraan pada IKN dengan cara yang mana sebanding seperti ke Istana Merdeka Jakarta.
Presiden Joko Widodo mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Saat pilpres tersebut, Presiden Joko Widodo terpilih dengan pasangannya Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Pada Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo kembali terpilih untuk masa jabatannya yang kedua. Kali ini, Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin lalu dilantik pada 20 Oktober 2019 untuk masa jabatan hingga 20 Oktober 2024.
IKN Dapat Tambahan Dana Rp27 T
Komisi II DPR RI menyetujui permintaan Otorita Ibu Daerah Perkotaan Nusantara untuk menambah anggaran konstruksi IKN sebesar Rp27,8 triliun pada 2025 pada rapat kerja dengan OIKN pada Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 9 September 2024.
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan persetujuan itu pun sekaligus meminta-minta untuk Badan Anggaran DPR RI untuk memenuhi usulan tambahan anggaran itu dan juga menambahkannya ke di pagu anggaran atau pagu definitif OIKN tahun 2025.
Wakil Kepala OIKN Raja Juli Antoni menyatakan bahwa usulan tambahan anggaran itu sudah ada disampaikan untuk Menteri Keuangan serta Menteri Perencanaan serta Pembangunan Nasional.
Dia pun memaparkan bahwa sebelumnya Pagu Anggaran 2025 untuk OIKN sebesar Rp505 miliar. Lalu total permintaan tambahan anggaran untuk OIKN tahun 2025 Itu sebesar Rp27,8 triliun, sehingga pagu yang tersebut diusulkan untuk membiayai OIKN tahun 2025 sebesar Rp28,3 triliun.
Menurut dia, permintaan tambahan anggaran itu berasal dari enam kedeputian ke pada OIKN. Dia merincikan, permintaan bidang perencanaan juga pertanahan Rp788,5 miliar, bidang pengendalian pengerjaan Rp106,1 miliar, bidang sosial, budaya serta warga Rp62,5 miliar, bidang perubahan hijau juga digital Rp37,7 miliar, juga bidang lingkungan hidup lalu SDA sebesar Rp63 miliar.
“Dan terakhir usulan yang tersebut paling besar dari kedeputian bidang sarana lalu prasarana sebesar Rp26,7 triliun,” kata dia.
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera pun meminta-minta agar OIKN melindungi akuntabilitas keuangan akibat OIKN merupakan salah satu mitra yang tersebut mengajukan tambahan anggaran paling besar dibandingkan kementerian atau lembaga mitra Komisi II DPR RI lainnya.
Selain itu, menurut beliau pengerjaan IKN juga harus merawat kelestarian lingkungan sebab sudah pernah mengedepankan konsep forest city. Dia pun ingin IKN agar menjadi kota rujukan berbagai pihak.
“Kondisi alam rakyat adat betul-betul dijaga, kita bisa saja menyatukan antara modernitas dengan tradisionalitas,” kata Mardani.
Pilihan Editor Ini Awal Mula Marimutu Sinivasan Texmaco Terjerat Utang Rp95 T ke Negara
Artikel ini disadur dari Kabar Terbaru IKN: Istana Siap Dipakai Presiden Jokowi, DPR Setujui Tambahan Anggaran Rp27 T untuk 2025




