Risma Menjelang pemilihan kepala daerah Jatim 2024: Prospek Persaingan hingga Selepas Jabatan Menteri Sosial
Jakarta – Partai Demokrasi Tanah Air Perjuangan atau PDIP sudah pernah menyusun grup pemenangan untuk pasangan akan segera calon gubernur juga wakilnya, Tri Rismaharini serta Zahrul Azhar Asumta atau Risma-Gus Hans ke Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur atau Pemilihan Kepala Daerah Jatim 2024. PDIP sudah pernah mengajak tokoh-tokoh penduduk dari Jawa Timur untuk meningkatkan kekuatan dukungan terhadap Risma-Gus Hans.
PDIP menjamin susunan lengkap Tim Pemenangan Risma-Gus Hans akan segera diberitahukan di waktu dekat, akibat pada waktu ini nama-nama tokoh yang mana sudah masuk sedang dihubungi.
1. Dianggap Masih Sulit Bersaing
Pengamat komunikasi kebijakan pemerintah dari Universitas Airlangga Suko Widodo mengutarakan Tri Rismaharini serta Luluk Nur Hamidah masih sulit bersaing dengan Khofifah Indar Parawansa di dalam Pemilihan Kepala Daerah Jatim 2024. Menurut dia, apabila secara head to head pendukung Khofifah masih unggul dari Risma maupun Luluk, salah satunya punya latar belakang sebagai warga Nahdlatul Ulama.
“Dia punya simpatisan dari Nadhlatul Ulama itu utama akibat latar belakangnya Ketua Muslimat NU juga. Selain itu ia punya pengalaman lima tahun serta keaktualan gagasannya masih unggul,” kata Suko, Senin, 9 September 2024, diambil Antara. “Kalau lihat dari tipologi mayoritas Jawa Timur kan ada pada perdesaan, jadi semacam paternalistik serta kebanyakan dipegang Khofifah.”
2. Rumah Aspirasi Risma dan juga Gus Hans
Risma juga pasangannya Gus Hans sudah pernah meresmikan rumah aspirasi ke Jalan Gayungsari Barat, Surabaya, Sabtu, 7 September 2024. Rumah aspirasi itu, akan berubah menjadi posko pemenangan pasangan Risma-Gus Hans pada Surabaya Raya. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan, ada beberapa jumlah nama yang masuk pada kelompok pemenangan itu di antaranya adalah Azwar Anas sebagai komite pengarah, Eri Cahyadi, Fandi Akhmad Yani juga Nur Arifin.
“Nanti diberitahukan sendiri serupa Bu Risma juga Gus Hans,” kata Hasto, di Kantor DPD PDIP Jatim, Sabtu, 7 September 2024.
3. Mundur dari Jabatan Menteri Sosial
Risma telah dilakukan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Sosial, pasca menyelesaikan pendaftarannya dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur bersatu Gus Hans.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan telah menyetujui secara resmi surat pengunduran diri politikus PDIP itu. “Sudah, sudah ada mengajukan pengunduran diri juga telah saya tandatangani pengunduran dirinya,” kata Jokowi pasca mengunjungi Pasar Soponyono, Surabaya, Jumat, 6 September 2024, disitir dari video Sekretariat Presiden..
4. Pengganti Risma pada Kementerian Sosial
Politikus PDIP Chico Hakim menyatakan, pihaknya mengikuti langkah Jokowi terkait alternatif jabatan Risma yang mana mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial. “Kita tunggu belaka sikap dari Presiden Jokowi, siapa yang dimaksud akan menggantikan Bu Risma. Kita juga enggak terlalu pusing terkait hal itu,” kata Chico Hakim, Jumat, 6 September 2024, disitir dari Antara.
Chico menegaskan menunjuk atau memberhentikan menteri adalah hak prerogatif dari presiden serta tentunya diatur pada undang-undang.
5. Peluang Tanpa Reshuffle
Guru Besar Keilmuan Politik Universitas Andalas Asrinaldi memandang tidaklah akan ada reshuffle atau perombakan kabinet untuk menggantikan Menteri Sosial Tri Rismaharini juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung. “Saya pikir reshuffle ini tak mungkin saja lagi. Barangkali ada pelaksana tugas menteri itu secara pengganti ya,” kata Asrinaldi, Jumat, 6 September 2024, disitir dari Antara.
Menurut dia, waktu yang dimaksud menyisakan kurang lebih banyak satu bulan hingga serah terima jabatan Presiden RI pada 20 Oktober dianggap kurang cukup bagi substitusi Risma maupun Pramono. “Percuma sekadar diganti yang mana baru, dibiarkan kosong saja, tetapi pelaksana tugasnya ada oleh sebab itu jabatan menteri itu kan tidak ada terlalu teknis, oleh sebab itu sifatnya kebijakan,” ucapnya.
RADEN PUTRI ALPADILLAH GINANJAR | ANTARA
Artikel ini disadur dari Risma Menjelang Pilkada Jatim 2024: Peluang Persaingan hingga Selepas Jabatan Menteri Sosial


