Bisnis

BPOM Setujui Impor Vaksin Mpox, Sudah Tersedia 2 Ribu Dosis Lebih

Jakarta – Kepala Badan Pengawas Solusi dan juga Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan sudah pernah menyetujui impor vaksin cacar monyet alias Monkeypox (Mpox) lebih lanjut dari 7 ribu dosis. Dari kuota dosis yang digunakan sudah diizinkan itu, Kementerian Aspek Kesehatan (Kemenkes) sudah mengimpor lebih lanjut dari 2 ribu dosis.

“Yang kami berikan izin sebetulnya 7 ribu lebih, tapi yang digunakan tersedia sekarang 2 ribu lebih,” kata Taruna Ikrar ketika ditemui Tempo usai membuka Cosmetic Expo pada Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Jumat, 13 September 2024.

Taruna Ikrar mengungkapkan pemerintah tak hanya sekali mengimpor vaksin itu. Dia berharap, vaksin itu juga dapat secara langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Stok vaksin yang sudah tersedia itu sekarang ini disimpan oleh Kemenkes.

Deputi Lingkup Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, serta Zat Adiktif BPOM, Rita Endang, mengutarakan vaksin cacar monyet itu didatangkan dari Eropa melalui mekanisme jalur khusus atau special access scheme (SAS). Hal ini merupakan mekanisme untuk memasukkan obat yang digunakan belum mengantongi izin edar melalui jalur khusus ke Indonesia. Dengan catatan, obat-obat itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Rita menjelaskan, mekanisme SAS digunakan oleh sebab itu jumlah agregat pasien yang digunakan membutuhkan vaksin tak terlalu banyak. Dia mengungkapkan di dalam luar vaksin, berbagai obat-obat cacar monyet yang mana sanggup diperoleh pada pada negeri, misalnya antiretroviral. “Jadi kalaupun ada SAS hanya sekali untuk keinginan ketika ini, lantaran memang sebenarnya kasusnya enggak terlalu banyak,” kata Rita, ditemui Tempo pada tempat yang digunakan sama.

Meski vaksin Mpox mulai memasuki Indonesia, Kemenkes menegaskan bahwa vaksinasi cacar monyet atau Mpox hanya saja diberikan terhadap kelompok yang dimaksud berisiko tinggi. Rekomendasi dari World Health Organization (WHO) ini menyatakan vaksin ini khususnya ditujukan untuk Lelaki yang berhubungan Seks dengan Lelaki (LSL) dan juga individu yang dimaksud sudah kontak secara langsung dengan penderita cacar monyet di dua pekan terakhir.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan bahwa selain LSL, kelompok risiko tinggi lainnya mencakup anggota laboratorium yang dimaksud bekerja dengan spesimen virologi, khususnya di tempat yang tersebut telah dilakukan melaporkan perkara Mpox, juga pelaku kesejahteraan yang mana menangani pasien dengan infeksi Mpox.

“Petugas kesegaran yang digunakan menangani persoalan hukum Mpox juga akan diberikan vaksin untuk menghindari penularan infeksi virus ini,” ujar Prima pada penjelasan resmi yang digunakan diterima dalam Jakarta, Rabu 28 Agustus 2024.

Artikel ini disadur dari BPOM Setujui Impor Vaksin Mpox, Sudah Tersedia 2 Ribu Dosis Lebih

Related Articles

Back to top button