Kominfo Klaim Take Down Ribuan Akun kemudian Konten Deepfake
Jakarta – Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemenkominfo) mengklaim telah dilakukan menurunkan atau menghapus ribuan akun lalu konten deepfake. “Mungkin ribuan konten, ribuan akun atau konten yang dimaksud di-take down,” kata Direktur Jenderal Berita dan juga Komunikasi Publik Kemenkominfo, Prabu Revolusi, di dalam Kantor Kemenkominfo, Jumat, 13 September 2024.
Penghapusan konten lalu akun deepfake itu direalisasikan baik dari inisiatif Kemenkominfo maupun platform-platform yang mana kedapatan mengandung konten deepfake.
“Platform juga punya moderasi sendiri dan juga merekan juga berkoordinasi dengan kami perihal konten atau akun yang terindikasi pembohongan untu di-take down,” katanya.
Melansir Antara, Kemenkominfo berazam memperkuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) merawat perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 damai dan juga terhindar dari risiko deepfake.
Staf Ahli Menteri Komunikasi juga Informatika bidang Sosial, Ekonomi, serta Budaya Wijaya Kusumawardhana mengutarakan pihaknya dapat membantu KPU untuk melacak, mendalami, hingga menangani konten deepfake urusan politik yang mampu memunculkan perpecahan ketika Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024.
“Kalau ada permasalahan penyalahguna teknologi, khususnya seperti deepfake atau hal yang dimaksud lainnya tentu kita kan membantu. Membantu apa? Membantu KPU untuk menemukan ke mana dan juga siapa yang tersebut melakukan itu,” kata Wijaya untuk wartawan ke Jakarta, Senin, 9 September 2024.
Deepfake adalah salah satu bentuk konten yang tersebut diciptakan menggunakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), acapkali dalam bentuk video atau audio yang tersebut disunting menyebabkan sosok palsu terlihat seakan nyata seperti aslinya juga kerap digunakan untuk penyalahgunaan yang digunakan tentunya merugikan masyarakat.
Platform verifikasi identitas dengan syarat Inggris, Sumsub, pada laporannya “Identity Fraud Report 2023” mengungkap perkara deepfake untuk Asia Pasifik dalam 2023 mengalami peningkatan sebesar 1.530 persen dari 2022.
Artikel ini disadur dari Kominfo Klaim Take Down Ribuan Akun dan Konten Deepfake


