Krisis Pangan Mendekat, Kepala BMKG Minta Petani Milenial Melek Cuaca lalu Iklim
Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, kemudian Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memohonkan petani di dalam era millenial lebih banyak sadar iklim agar bisa jadi menggenjot produktivitas dan juga efisiensi biaya produksi pertanian. Pemanfaatan teknologi berubah menjadi kunci penting untuk ketahanan pangan di dalam berada dalam ancaman krisis iklim.
“Salah satu langkah mitigasi serta antisipasi yang digunakan diwujudkan BMKG adalah terus merancang kesadaran iklim pada kalangan petani, utamanya petani milenial,” ujar Dwikorita melalui keterang tertulis, Senin, 1 Juli 2024.
Menurut Dwikorita, sektor pertanian berhubungan erat dengan keadaan cuaca dan juga iklim. Cuaca ekstrem dapat menurunkan kuantitas juga kualitas produksi. Iklim buruk, misalnya yang tersebut memicu banjir dan juga kekeringan, berisiko memperluas gagal panen atau puso. Gagal panen itu dikaitkan juga dengan prospek gangguan jiwa kestabilan harga, bahkan inflasi.
Hama penyakit juga dapat berprogres akibat pola tanam yang dimaksud bukan baik. Merujuk perkiraan Organisasi Meteorologi Bumi (WMO), bumi akan mengalami krisis pangan pada 2050 bila tiada ada mitigasi yang digunakan serius.
Organisasi yang dimaksud identik sebelumnya menyatakan 2023 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat Celcius pada melawan zaman pra industri. Rekor suhu global harian juga terpecahkan pada tahun lalu. Ada pula bencana gelombang panas atau heat wave yang melanda bermacam kawasan pada Asia juga Eropa.
Untuk menghadapi krisis tersebut, Dwikorita menegaskan mengenai pentingnya pengaplikasian teknologi. Petan modern diminta menyiapkan rencana dan juga strategi untuk menghadapi kekeringan atau keadaan ekstrem lainnya.
“Petani millenial ini harus mendapat pemahaman yang tersebut cukup tentang cuaca juga iklim,” tutur Dwikorita.
Dwikorita menjamin BMKG terus-menerus menyediakan informasi cuaca serta iklim yang tersebut dapat dimanfaatkan dengan mudah-mudahan oleh petani maupun tenaga penyuluh pertanian. Layanan itu juga membantu adaptasi iklim bagi pertanian lokal.
Artikel ini disadur dari Krisis Pangan Mendekat, Kepala BMKG Minta Petani Milenial Melek Cuaca dan Iklim


