Hippindo Skor Pemindahan Jalur Masuk Belum Tentu Selesaikan Permasalahan Impor
Jakarta – Himpunan Peritel dan juga Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyimpulkan rencana pemindahan jalur masuk impor ke Indonesia Timur belum tentu menyelesaikan permasalahan impor ilegal. Rencana itu sebelumnya diusulkan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga Menteri Manufaktur Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Memindahkan jalur masuk impor juga tdk akan menyelesaikan kesulitan kalau permanen impor ilegalnya enteng lolos,” kata Sekretaris Jenderal Hippindo, Haryanto Pratantara, ketika dihubungi Tempo, diambil Jumat, 6 September 2024.
Haryanto menjelaskan, pemindahan halur impor itu justru akan mempersulit impor untuk jenama global (global brands). Padahal, menurut dia, jenama global tidak berubah menjadi pesaing produk-produk pada negeri, terlebih bidang usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM). “Biaya logistiknya akan sangat mahal, launching hasil baru terlambat padahal untuk fashion harus cepat,” kata dia.
Dengan begitu, Haryanto mengatakan biaya jenama global akan semakin mahal sehingga rakyat Nusantara membeli ke negeri tetangga. Sementara impor ilegal masih masuk ke pangsa Indonesia. “Bahkan mungkin saja impor ilegal akan makin kuat sebab pada Indonesi ini saat yang dimaksud legalnya dipersulit, yang digunakan ilegalnya subur,” kata dia.
Zulhas sebelumnya mengatakan, pemindahan jalur masuk barang impor ke luar Pulau Jawa bertujuan menghambat peredaran tujuh komoditas impor yang digunakan membanjiri Indonesia. Dia menyampaikan pada waktu ini sebagian besar barang impor masuk melalui pelabuhan-pelabuhan ke Pulau Jawa. Dengan dipindahkannya pelabuhan ke luar Jawa, biaya logistik akan berubah menjadi lebih lanjut membesar juga mempengaruhi tarif jual barang impor yang disebutkan ke konsumen.
“Tujuh item kalau memang benar di dalam di lokasi ini over kapasitas, (di) Jawa, maka bagusnya tujuh item ini, impornya masuk melalui pelabuhan-pelabuhan dalam luar Jawa, kan banyak,” ujar Zulhas pada Jakarta, Jumat, 19 Juli 2024.
Tujuh komoditas yang digunakan mendapat pengawasan ekstra dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) adalah tekstil juga hasil tekstil (TPT), elektronik, alas kaki, pakaian, keramik, lalu kosmetik, lalu barang tekstil telah jadi lainnya.
Zulhas mengatakan usulan pemindahan pelabuhan masuk barang impor sudah pernah disampaikan untuk Agus Gumiwang Kartasasmita. Keduanya telah dilakukan setuju untuk mendiskusikan permasalahan ini di rapat terbatas (ratas).
Artikel ini disadur dari Hippindo Nilai Pemindahan Jalur Masuk Belum Tentu Selesaikan Masalah Impor


