PBB minta negeri Israel cabut blokade bantuan kemanusiaan ke Kawasan Gaza

London – PBB menyerukan tanah Israel untuk mencabut blokade terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dengan menyatakan bahwa penutupan akses bantuan yang digunakan sangat dibutuhkan merupakan "hukuman kolektif yang digunakan kejam."
"Hukum internasional bukan dapat dibantah: Sebagai kekuatan pendudukan, tanah Israel harus mengizinkan masuknya dukungan kemanusiaan. Bantuan, kemudian nyawa warga sipil yang dimaksud diselamatkan, bukan boleh berubah menjadi alat tawar-menawar," kata koordinator bantuan darurat PBB Tom Fletcher pada Kamis.
Blokade yang tersebut diberlakukan Israel, ujarnya, menyebabkan warga sipil kelaparan kemudian tak mendapat dukungan medis dasar.
Ia mengingatkan bahwa blokade yang dimaksud merampas martabat lalu harapan, dan juga dapat membunuh warga sipil.
"Gerakan kemanusiaan bersifat independen, tiada memihak, lalu netral. Kami percaya bahwa semua warga sipil sama-sama layak mendapatkan perlindungan," kata Fletcher, yang menggarisbawahi bahwa PBB tetap siap untuk menyelamatkan sebanyak mungkin saja nyawa, meskipun ada risikonya.
"Namun, seperti yang digunakan telah lama diperjelas oleh Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres), modalitas terbaru yang tersebut diusulkan oleh otoritas negeri Israel tiada memenuhi standar minimum untuk dukungan kemanusiaan yang digunakan berprinsip," katanya.
Fletcher mendesak negara Israel untuk mencabut "blokade brutal” itu dan juga mengizinkan para pekerja kemanusiaan menyelamatkan nyawa warga sipil.
"Bagi warga sipil yang tersebut tak terlindungi, tak ada permintaan maaf yang cukup. Namun, saya benar-benar menyesal bahwa kami tidaklah dapat menggerakkan masyarakat internasional untuk mengurangi ketidakadilan ini,” tuturnya.
Sejak 2 Maret, tanah Israel sudah menghentikan penyeberangan Gaza, menghalangi pasokan penting memasuki tempat kantong Palestina meskipun ada sejumlah laporan tentang kelaparan di dalam wilayah yang mana dilanda pertempuran itu.
Tentara tanah Israel melanjutkan serangannya dalam Daerah Gaza pada 18 Maret, pasca pada 19 Januari sempat menyepakati gencatan senjata lalu perjanjian pertukaran tahanan dengan kelompok pejuang Palestina, Hamas.
Sedikitnya 52.400 warga Palestina tewas di dalam Wilayah Gaza selama serangan brutal negara Israel sejak Oktober 2023.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari PBB minta Israel cabut blokade bantuan kemanusiaan ke Gaza
