Apresiasi Kemampuan Penjabat Kepala Daerah 2024, Pemimpin Sementara, Berdampak Selamanya
INFO NASIONAL – Penjabat kepala area tidak sekadar pimpinan pengisi kekosongan antar-waktu semata. Mereka miliki kewenangan yang digunakan hampir sejenis dengan kepala wilayah definitif menghadapi pemantauan melekat dari Kementerian Dalam Negeri.
Setiap penjabat kepala tempat miliki target untuk mencapai 111 indikator yang dimaksud harus dipenuhi. Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri secara berkala mengevaluasi kinerja merekan berdasarkan banyak indikator tersebut, yang mana kemudian dikerucutkan berubah menjadi 10 indikator utama.
Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dengan Tempo menyelenggarakan Apresiasi Performa Penjabat Kepala Daerah 2024. Proses seleksi bermula dari evaluasi juga penilaian setiap triwulan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Tempo kemudian melakukan kurasi lalu menguatkan parameter penilaian melalui jajak pendapat dengan menggandeng tSurvey.
Sebanyak 273 penjabat kepala wilayah miliki latar belakang yang berbeda, mulai dari purnawirawan kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan RI, Kementerian Dalam Negeri, hingga birokrat di tempat tersebut. Mereka harus beradaptasi dengan tugas lalu tanggung jawab yang mirip sekali baru, dan juga memenuhi indikator kinerja yang digunakan telah terjadi ditetapkan Kementerian Dalam Negeri -dalam hal ini Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Upaya juga kerja keras merek layak mendapatkan perhatian juga ganjaran.
Pengabdian untuk Kemajuan Bersama
Kementerian Dalam Negeri bersatu Tempo diam-diam memperhatikan lalu menyimpulkan kinerja para penjabat kepala daerah. Menjadi inspirasi juga motivasi bagi para pemimpin wilayah untuk terus berinovasi.
Sebanyak 20 penjabat kepala wilayah meraih penghargaan di Apresiasi Performa Penjabat Kepala Daerah 2024 yang digunakan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri bersatu Tempo Dunia Pers Group di dalam The Tribrata Hotel and Convention Center, Darmawangsa, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2024. Penghargaan diberikan untuk sebelas penjabat gubernur juga sebilan penjabat bupati/wali kota yang mana berhasil menunjukkan kepemimpinan inovatif lalu partisipasi positif di penyelenggaraan dalam daerahnya masing-masing.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan menghadapi kerja keras dan juga dedikasi para penjabat kepala area pada memajukan daerahnya dalam berada dalam tantangan yang tersebut dihadapi. “Selamat untuk penjabat kepala tempat yang mana menerima penghargaan,” kata Tito. “Kami berharap para kepala area yang dimaksud mengisi kekosongan ini permanen berkinerja baik sehingga mengantarkan pilkada serentak dengan aman serta damai, hingga ada kepala tempat definitif.”
Tito berharap, penghargaan ini dapat berubah menjadi motivasi lalu inspirasi bagi para pemimpin wilayah lainnya untuk terus berinovasi juga bekerja keras pada memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Tidak mudah-mudahan mendapatkan penghargaan ini oleh sebab itu melibatkan Ombudsman RI, media, survei kepuasan publik, perwakilan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan juga Reformasi Birokrasi (PAN RB), akademisi, juga lain-lain,” ujar Tito.
Direktur Utama Tempo Dunia Pers Group, Arif Zulkifli menjelaskan, penghargaan ini tidaklah sederhana diperoleh akibat indikator penilaian yang tersebut ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri juga Tempo sudah ada sangat jelas. Pertama, aspek kesejahteran yang mana mencakup indikator penting, antara lain kemiskinan ekstrem, tingkat pengangguran, kesehatan, juga penanganan stunting.
Kedua, aspek pelayanan masyarakat dengan penilaian pelayanan untuk masyarakat, pemberian perizinan, dan juga kegiatan unggulan pada area masing-masing. Ketiga adalah perekonomian daerah. Aspek ini dinilai berdasarkan pengendalian inflasi, penyerapan anggaran, dan juga kinerja dari badan perniagaan milik area (BUMD). “Ketiga hal ini bermetamorfosis menjadi dasar penilaian kami,” kata Arif.
Metodologi penilaian juga tiada mengabaikan unsur fiskal atau kekuatan anggaran tiap-tiap daerah. Menurut Arif, tiada adil apabila kapasitas fiskal wilayah disamaratakan. Karena itu, badan juri membagi penilaian berdasarkan klaster, yakni wilayah yang tersebut masuk kelompok fiskal tinggi, fiskal sedang, dan juga fiskal rendah.
Selain indikator penilaian yang tersebut kompleks, tahapan kurasi juga menerapkan beberapa tahapan, salah satunya survei persepsi masyarakat yang mana direalisasikan Tempo Informasi Sains bersatu tSurvey. Hasil survei kemudian dipadukan dengan penilaian indeks kinerja penjabat kepala daerah. Tak berhenti di situ, rute penyaringan berlanjut dengan wawancara setiap penjabat kepala wilayah di hadapan badan juri.
Dewan juri yang tersebut terlibat di penilaian Apresiasi Performa Penjabat Kepala Daerah 2024 adalah Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komisaris Jenderal Polisi Tomsi Tohir; Direktur Utama Tempo Media Massa Group, Arif Zulkifli; Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih; Staf Ahli Area Pemerintahan kemudian Otonomi Daerah Kementerian PAN RB, Jufri Rahman; serta Peneliti Senior BRIN, Siti Zuhro.
Direktur Tempo Informasi Sains, Philipus Parera mengatakan, penilaian menerapkan metode kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan penjurian. “Penilaian kuantitatif awalnya telah dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui evaluasi terhadap para penjabat kepala wilayah yang berlangsung setiap tiga bulan,” ujarnya.
Kemudian penilaian yang dimaksud digabungkan dengan survei yang tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan persepsi umum terhadap kinerja para pejabat kepala tempat ini. “Jadi, ada penilaian dari Kementerian Dalam Negeri, kemudian masyarakat kami minta pendapatnya terhadap pejabat kepala area ini,” kata dia.
Staf Ahli Area Pemerintahan lalu Otonomi Daerah Kementerian PAN RB, Jufri Rahman mengatakan, langkah-langkah penilaian sangat ketat yang tersebut berawal dari evaluasi Kementerian Dalam Negeri. “Yang turut juga pada penilaian apresiasi ini adalah penjabat kepala wilayah yang tersebut sekurangnya sudah ada menjalani evaluasi berjumlah dua kali triwulan atau enam bulan menjabat,” kata Jufri.
Menurut Jufri, dengan diraihnya penghargaan ini, artinya para penjabat kepala wilayah yang disebutkan sudah pernah terbukti berkinerja baik. “Berdasarkan pengalaman saya sebagai mantan penjabat kepala tempat di dalam dua wilayah yang digunakan berbeda, sebenarnya kalau merek (penjabat) diberi ruang untuk bertindak, saya yakin merekan mampu melakukan yang digunakan terbaik untuk masyarakatnya,” katanya. “Sebab, mereka itu tiada punya beban urusan politik lalu dapat fokus menyusun strategi memulai pembangunan area yang dimaksud dipimpinnya.”
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian: Selamat lalu Teruslah Berprestasi
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada waktu sambutan dalam acara penghargaan Apresiasi Performa Penjabat Kepala Daerah 2024. Dok. TEMPO
Para penjabat kepala wilayah harus membuktikan kinerja terbaik kemudian mengawal demokrasi dengan mewujudkan pilkada yang dimaksud aman dan juga damai.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyemangati para penjabat kepala tempat agar terus berkarya setelahnya meraih penghargaan Apresiasi Performa Penjabat Kepala Daerah Tahun 2024. Tito berharap, dengan mendapatkan apresiasi tersebut, para penjabat kepala wilayah dapat terus mempertahankan prestasi kemudian kinerjanya selama menjadi pemimpin tempat masing-masing,
Tito menegaskan penilaian penghargaan ini berlangsung secara objektif juga tanpa tekanan demi menerapkan prinsip dasar iklim kompetitif. “Kali ini yang digunakan mendapatkan penilaian adalah para penjabat pengisi kekosongan yang dimaksud sesuai dengan Undang-Undang Pilkada, filosofinya pemilihan kepala wilayah pada November 2024 nanti,” ujarnya.
Tito mengucapkan selamat terhadap para penjabat kepala daerah, baik penjabat gubernur maupun penjabat bupati kemudian penjabat wali kota, yang tersebut berhasil meraih apresiasi ini. “Selamat bagi yang digunakan terpilih,” kata Tito. “Bagi yang dimaksud belum, acara ini mudah-mudahan dapat membangkitkan rekan-rekan untuk terus berkarya. Hal ini bermetamorfosis menjadi kebanggaan terus berprestasi.”
Apresiasi Prestasi Penjabat Kepala Daerah 2024, menurut Tito, sanggup berubah menjadi sebuah inspirasi bagi kepala wilayah lain, baik berstatus penjabat maupun definitif. Terlebih, Tito menegaskan penghargaan ini tiada sederhana diraih lantaran melibatkan penilaian dari sebagian pihak.
Menurut Tito, penilaian para pejabat kepala tempat betul-betul diwujudkan secara objektif dengan melibatkan berubah-ubah pihak. “Karena tujuan kita adalah untuk melakukan, menerapkan prinsip-prinsip dasar dari pemerintahan yang dimaksud baik,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Tito menyampaikan jumlah agregat pemimpin tempat di dalam Tanah Air ketika ini sejumlah 552 kepala daerah, yang tersebut terdiri menghadapi 38 gubernur, 416 bupati, serta 98 wali kota. Namun demikian, ada beberapa wilayah yang mana tidaklah melaksanakan pemilihan umum oleh sebab itu berstatus wilayah khusus. Daerah itu antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan juga enam wilayah administratif bupati/wali kota di dalam DKI Jakarta. Dari 545 area yang dimaksud melaksanakan pilkada, banyaknya 273 ke antaranya saat ini diisi oleh penjabat kepala daerah.
Tito mengatakan, berdasarkan Pasal 201 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 yang tersebut mengatur perihal pemilihan gubernur, bupati, lalu wali kota, menyatakan bahwa pemungutan ucapan serentak nasional pada pemilihan kepala tempat pada seluruh Nusantara akan dilaksanakan pada November 2024. Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah, maka diangkat penjabat kepala area sampai terpilihnya kepala wilayah hasil pilkada serentak nasional 2024.
“Penjabat kepala wilayah mengisi kekosongan dengan lahirnya undang-undang tentang pemilihan kepala daerah, yang digunakan filosofinya adalah pemilihan kepala tempat itu dilaksanakan secara serentak,” ucap Tito. “Pertama kali di sejarah bangsa kita, muncul pemilihan umum secara paralel dalam semua tingkatan, mulai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, juga pemerintah kabupaten/kota, yang tersebut belum pernah berlangsung sejak reformasi,” ujarnya. Karena itu, Tito berpesan supaya para penjabat kepala tempat permanen menyimpan kinerja terbaik, sehingga mampu mewujudkan pilkada serentak dengan aman kemudian damai, hingga terpilih kepala wilayah definitif.
Penjabat yang digunakan Manfaat atau Mudarat
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan tak segan mengganti penjabat kepala area yang mana berkinerja buruk.
Kementerian Dalam Negeri terus mengevaluasi kinerja para penjabat kepala daerah, khususnya yang tersebut masih miliki penilaian rendah. Inspektur Jenderal Irjen Kementerian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri), Komisaris Jenderal Polisi Tomsi Tohir mengatakan, akan melakukan evaluasi terhadap para penjabat kepala wilayah yang dimaksud belum mendapatkan penghargaan untuk mencari tahu ke mana titik lemahnya.
“Kami juga memberikan saran terhadap yang bersangkutan untuk melaksanakan studi banding terhadap penjabat-penjabat yang dimaksud telah lama meraih penghargaan,” kata Tomsi seusai hadir di acara Apresiasi Prestasi Penjabat Kepala Daerah 2024 di The Tribrata Hotel and Convention, Darmawangsa, Jakarta, pada Jumat, 30 Agustus 2024.
Evaluasi, studi banding, dan juga memberikan masukan terhadap penjabat kepala wilayah yang dimaksud masuk kategori belum sukses, menurut Tomsi, bertujuan memacu mereka agar mampu mengembangkan gagasan demi penyelenggaraan di tempat masing-masing.”Kami juga menciptakan timeline untuk memandang perubahannya. Tentu terus-menerus kami pantau lalu evaluasi,” kata Tomsi.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, sekarang jumlah agregat penjabat kepala tempat sebanyak-banyaknya 273 orang. Itu sebabnya, Kementerian Dalam Negeri menciptakan iklim kompetitif dengan memberikan penghargaan juga hukuman.
Penghargaan kemudian hukuman adalah dua bentuk metode pada memotivasi personel layanan umum atau penjabat kepala area untuk memberikan kinerja prima juga meningkatkan prestasinya. “Reward itu salah satunya di bentuk apresiasi. Karena menurut teori Abraham Maslow, yang tertinggi itu adalah self-actualization, yaitu adanya pengakuan dari khalayak lain,” kata Tito. “Semua pendatang tentunya senang dipuji lalu semua khalayak tiada suka kalau dijelekkan.”
Tito melanjutkan, setiap penjabat kepala area tentu bangga lalu termotivasi lantaran berhasil meraih penghargaan ini. Terlebih yang digunakan memberikan adalah Kementerian Dalam Negeri yang tersebut mempunyai kewenangan di mengusulkan calon penjabat kepala area untuk presiden dan juga regu penilai. “Saya jadi tahu tempat mana yang tersebut penjabat kepala daerahnya bagus, nanti sanggup saya pikirkan mempromosikan beliau atau mempertahankannya sewaktu masa jabatannya habis,” ujar Tito disambut tepuk tangan hadirin ke waktu malam Apresiasi Performa Penjabat Kepala Daerah 2024.
Lantas bagaimana dengan penjabat kepala tempat yang digunakan dianggap belum berhasil? “Nah, bagi yang dimaksud belum mendapat penghargaan, saya akan menyampaikan untuk penjabat yang mana lain bahwa kalian belum mendapatkan. Ingat itu ya,” kata Tito.
Tito menagaskan tiada akan segan mengganti penjabat kepala area yang dimaksud berkinerja buruk. “Biasanya saya memberi teguran, tetapi kalau tak bagus juga saya ganti,” katanya. “Sudah banyak yang dimaksud saya ganti sebab tiada mampu mengendalikan inflasi, pertumbuhan ekonominya rendah, berkonflik dengan DPRD, punya permasalahan hukum, atau kasusnya tidaklah baik di dalam mata publik. Itu kami ganti,” ucapnya.
Tito juga berpesan untuk kepala tempat definitif bahwa ke depan, Kementerian Dalam Negeri akan kembali mengadakan penghargaan dan juga penilaian bagi kepala area definitif serta penjabat kepala daerah. “Jadi, penilaian itu akan sebanding untuk kepala daerag definitif maupun penjabat kepala daerah, sehingga akan terlihat kepala tempat mana yang bagus lalu tidak,” katanya.
Menurut Tito, penilaian itu nantinya akan bermetamorfosis menjadi masukan bagi rakyat juga semua pihak untuk mengetahui mana yang lebih banyak bagus di merancang daerah, apakah penjabat kepala tempat yang notabene ditunjuk lalu ditugaskan atau kepala area definitif yang tersebut dipilih rakyat melalui pilkada. “Biarlah para pengambil tindakan menentukan sistem rekrutmen kepala tempat yang dimaksud benar-benar bagus,” kata Tito.(*)
Artikel ini disadur dari Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah 2024, Pemimpin Sementara, Berdampak Selamanya
